Compiled atau Interpreted


Dalam dunia programming ada 2 mode eksekusi terhadap
intruksi-intruksi yang diberikan kepada komputer. Compile yang
secara bahasa berarti menyusun, dan interpreter atau menerjemahkan,
perbedaan paling mendasar dari keduanya adalah cara melakukan
eksekusi perintah yang diberikan.

  1. Interpreted.

secara bahasa berarti penterjemah, begitu juga dalam dunia
komputer interpreter
adalah juga berarti sebuah program yang menerjemahkan intruksi
dalam bahasa pemrograman, ;atau dengan kata lain melakukan eksekusi
terhadap perintah yang diberikan.Sebuah bahasa
pemrograman yang berkategori ini membutuhkan sebuah
program(interpreter) untuk menterjemahkan intruksi tersebut agar
dimengerti oleh mesin atau komputer.

Contoh bahasa-bahasa programming yang menggunakan mode
interpreted.
Perl, Python, Php, Ruby.

Salah satu keuntungan bahasa Interpreter adalah melakukan
maintenance terhadap kode jadi lebih mudah.
Hal ini membuat sebuah bug program dapat lebih mudah
diketahui

Selain itu program yang ditulis dengan interpreted code, dapat
digunakan di semua platform yang telah didukung oleh interpreter
itu sendiri, misalkan sebuah skrip Python bisa dieksekusi di
Linux, Unix, Windows atau bahkan Machintos tanpa dilakukan
perubahan kode.

Sedangkan kelemahan dari interpreted language adalah program akan
berjalan lebih lambat dari pada compiled kode.

  1. Compiled.

yaitu intruksi dari sebuah bahasa pemograman dirubah/disusun
menjadi bahasa biner oleh compiler.

Sebuah program yang ditulis dengan compiled code tidak lagi
membutuhkan compiler untuk melakukan perintah terhadap sistem.
Hal ini membuat compiled code lebih cepat dalam menjalankan
intruksi-intruksi kepada sistem.

Contoh bahasa compile:

C/C++, Pascal, Basic.

Kelebihan paling penting dari compiled code adalah eksekusi
program lebih cepat, karena telah disusun menjadi biner yang dapat
dimengerti langsung oleh mesin.

Hal inilah yang membuat bahasa compiled (terutama C) digunakan
untuk membuat sistem operasi, karena banyaknya perintah yang harus
dieksekusi.

Sedangkan kelemahan bahasa compile ini salah satunya adalah
program tidak bisa dieksekusi di platform yang berbeda ketika
program dicompile, meski memiliki kode yang sama, tapi tetap harus
dikompile ulang.