Homepage

back to tmux

Senin, 24 Oktober 2016, saya memutuskan kembali menggunakan tmux setelah dari awal Februari saya menggunakan screen. Saya menggunakan screen karena banyaknya masalah yang saya temui ketika menggunakan iTerm dan Terminal di laptop saya, sejak pindah menggunakan osx sebagai default operating system dan ini merupakan pertama kali saya menggunakan osx jadi agak bingung ketika menghadapi masalah-masalah tersebut. Berikut masalah-masalah yang saya alami: Tidak bisa setup Alt+A sebagai prefix key untuk tmux Berhubung di Linux saya selalu menggunakan Alt+a sebagai prefix key dan ketika pindah saya mau setting ulang saya selalu gagal.

perempuan berkuku merah

Bersama teman lelakinya seorang perempuan yang ditangannya terselip sebatang rokok, menggunakan kakinya sebagai lampu sein untuk menyatakan bahwa dia akan berbelok. Ketika melihat rokok ditangannya terlihat jelas kukunya berwarna merah entah karena apa, mungkin buat sebagian orang terlihat cantik tapi buat saya itu menakutkan. Mereka berhenti disebuah bengkel yang di dalamnya ada beberapa orang anak muda, laki-laki dan perempuan yang justru lebih banyak tertawa daripada berbicara. Sambil menunggu pesanan mie goreng yang saya pesan saya melihat di depan bengkel tersebut sebuah warung kopi dan bapak-bapak yang sedang bermain kartu ceki atau koa.

membela pengakuan

melihat orang-orang berbisik dari kejauhan padahal mereka saling berteriak membela pengakuan membenarkan sebuah pengakuan

yang aku tak pernah tau

aku berhenti di sebuah titik yang aku tak pernah tahu yang aku tak pernah lihat yang aku tak pernah dengar yang aku tak pernah rasakan sebelumnya…

karma dan recursive

Hari ini ketika antri sedang ambil wudhu, ada 1 teman yang antri di depan saya, sambil bercanda dan berbicara dengan teman yang ada didepan pelan-pelan saya nyoba nyalip dan tentu saja teman saya sadar, ketika tiba giliran teman yang di depan saya ambil wudhu dan datang satu orang teman yang ikutan antri di belakang saya dan dia melakukan apa yang saya lakukan terhadap teman saya sebelumnya, dan seketika saya tertawa sambil berkata bahwa saya juga melakukan hal yang sama.

iwan ponger membela agama

Sampai sekarang gw belum sekalipun menemukan orang yang kelakuannya sebangsat temen gw ini (iwan ponger), bahkan seumur hiduppun gw gak pernah melihat dia sholat, meski dia jelas-jelas adalah islam. Tapi ketika agamanya yang dia sendiri tak pernah amalkan dijadiin buat mainan dia akan sangat marah.

Iwan Ponger - Nyolong ayam

Ketika masa remaja dulu saya mempunyai teman yang benar-benar sangat bangsat hampir semua kejahatan baik skala kecil atau besar pernah dia lakukan, misalkan mabok, ngerjain teman sampai merampok toko di pasar. Namanya Iwan tapi sering dipanggil “ponger”, yang diambil dari nama anjingnya. Salah satu agenda yang sering saya lakukan khususnya malam minggu adalah begadang bersama sambil masak-masak atau istilah waktu itu “tanak-tanak”, yang hampir semua bahannya adalah hasil nyuri baik dari pasar atau dari rumah warga.

kawan aku ngantuk

gerimis malam mengantar pulang aku termangu mendengarkan indah tapi tak bergairah kepalaku berteriak terkadang terang sebentar sebentar meredup secangkir kopi tak cukup mengangkat retina mataku kawan.. aku ngantuk Jogja 14 Januari 2016

Ketika di jogja

Hari ini di Jogja bersinar cerah menyengat tapi cukup indah. Meski mata sedang sangat lelah karena baru tidur sekitar 2 jam, tapi

Hal-hal baru akibat sakit ketika itu

Hal-hal yang baru pertama kali aku alami ketika sakit diwaktu itu Dirawat di rumah sakit 13 hari. Tidak mandi ± 35 hari. Tidak pakai celana ±30 hari. Tidak main bola 6 bulan lebih. Tidak nonton bola 1 bulan lebih. Tidak sholat Jum’at 13 kali berturut-turut. Sholat tahajjud untuk pertama kalinya. Tidak shalat Ied, padahal jamaahnya tidak kurang dari 5m di hadapan saya. Menganggap tuhan itu tidak adil (Ampuni aku ya Allah) Tidak melakukan apa-apa kecuali makan ±2 bulan.

Today is a grey day

Belum genap seminggu saya pulang dari Lombok, habis mendaki Rinjani lanjut nenda di Gili Trawangan, tapi semua rongga tubuhku udah kembali terasa sesak, oleh masalah dan teman-temannya. Ingin rasanya kembali ke danau segara anak, dimana tak perlu risau dengan suara-suara, tak peduli dengan koneksi. Ya tak ada yang perlu dikhawatirkan. :)